Mengenal Lebih Dekat LiteSpeed Web Server

litespeed

Update Terakhir: 29 Juni 2021 oleh Hiro

litespeed web server

Mengenal Lebih Dekat LiteSpeed Web Server (LSWS) – Taukah kamu perkembangan perangkat lunak web server sudah semakin ramai. Jika dulu pemilik website banyak menggunakan Apache dan Nginx untuk keperluan web server, karena kedua teknologi tersebut sudah sangat populer. Bahkan keduanya hampir menguasai pangsa pasar web server di seluruh dunia.

Peluncuran perdana LiteSpeed Web Server sejak tanggal 1 Juli 2003 dan George Wang adalah pembuatnya dengan menggunakan bahasa C dan C++. LiteSpeed Technology adalah perusahaan swasta yang mengembangkan perangkat lunak tersebut.

Sejak tanggal peluncuran hingga saat ini LiteSpeed telah menguasai kurang lebih 8,1 % pangsa pasar web server per Desember 2020. LiteSpeed telah menjadi web server paling populer ke-4 setelah Apache, Nginx, dan Lighttpd.

Untuk bisa menggunakan LiteSpeed harus membeli lisensinya terlebih dulu. Namun, tidak perlu khawatir kalau perusahaan juga menyediakan versi open source. Perangkat lunak ini menggunakan konfigurasi yang mirip dengan Apache Web Server. Tidak heran jika sebagian besar fitur yang tersedia di Apache kompatibel dengan LiteSpeed.

Fakta menarik mengenai LiteSpeed adalah dapat bekerja beberapa kali lebih cepat jika dibandingan dengan Apache. Beberapa fitur menarik dan keunggulan LiteSpeed akan dibahas pada artikel ini juga. Jadi, jangan sampai ketinggalan.

Apa itu LiteSpeed Web Server?

Yaitu merupakan web server yang memiliki kinerja tinggi dan lebih baik daripada pendahulunya. Teknologi LiteSpeed dapat menggantikan Apache Web Server tanpa harus merubah konfigurasi, sistem operasi, dan program.

Oleh karena itu, teknologi LiteSpeed dapat menambang kecepatan ketika loading sebuah website. Konon katanya 6x lebih daripada Apache (belum saya verifikasi). Bagi pemilik website yang menggunakan teknologi LiteSpeed sebenarnya sangat menguntungkan. Karena LiteSpeed sudah dilengkapi dengan dasbord administrasi yang ramah pengguna.

Dengan mengggunakan LiteSpeed, sangat memungkinkan kamu bisa membangun infrastruktur website yang efektif dan handal. Asyiknya lagi LiteSpeed cocok untuk hampir semua CMS seperti WordPress, Drupal, Joomla, dan lain sebagainya.

Sebelum itu untuk mengetahui lebih jelas mengenai apa itu web server, kamu mungkin tertarik membaca artikel “Pengertian Web Server: Cara Kerja dan Fungsinya“. Semoga bisa menambah wawasan mengenai web server.

Di bawah ini adalah beberapa penjelasan mengenai fitur-fitur LiteSpeed yang bisa kamu gunakan.

Fitur-Fitur

  • Proteksi dari serangan Brute Force

Brute Force merupakan teknik seragan terhadap sistem keamanan dengan mencoba semua kemungkinan kunci akses masuk. Biasanya serangan Brute Force terjadi secara acak dan banyak menyasar ke website WordPress berbasis shared hosting.

  • Pembatasan Bandwidth dan Koneksi

LiteSpeed memiliki koneksi per-IP (Intenet Protocol), requet, dan bandwitdh throttling. Dengan menggunakan fitur kustomisasi ini, IP yang terlalu banyak memakan bandwidth dan membuat koneksi melebihi batas wajar. Maka, IP akan terkunci secara otomatis sebelum masuk ke dalam server.

  • Kompatibel dengan CageFS

Jika websitemu menggunakan shared hosting, umumnya menggunakan sistem operasi Cloudlinux yang sudah terdukung teknologi LiteSpeed. Jadi, tidak heran Cloudlinux sudah sangat menjamur di industri shared hosting.

  • Concurrent Connections

LiteSpeed sangat memungkinkan untuk melayani hingga ribuan concurrent connection (koneksi serentak). Karena LiteSpeed menggunakan event-driven architecture. Jika membandingkan dengan Apache, di dalam Apache RAM akan habis terlebih dulu sebelum dapat melayani koneksi secara serentak.

  • SSL Accelerations

Dengan menggunakan SSL acceleration ketika LiteSpeed mengirimkan halaman HTTPS menjadikannya 3x lebih cepat daripada Apache.

  • Panel Kontrol

LiteSpeed sangat kompatibel dengan berbagai panel kontrol populer seperti CPanel, Plesk, dan DirectAdmin.

  • Dukungan penuh .htaccess

LiteSpeed dapat membaca file .htaccess  secara otomatis, namun untuk memprosesnya masih menggunakan sistem cache .htaccess.

  • Konfigurasi file Apache

Ketika berpindah web server, kamu tidak perlu melakukan konfigurasi ulang. Karena LiteSpeed memang dirancang untuk menonaktifkan file httpd.conf dan .htaccess. Cukup menggunakan pengaturan yang sudah ada dan untuk prosesnya bisa menggunakan event-driven architecture.

  • Modul Apache

LiteSpeed kompatibel dengan semua core Modul Apache, termasuk di dalamnya ada mod_security, mod_include, mod_rewrite, dan mod_cache.

  • Sistem Operasi (OS)

Web server LiteSpeed dapat beroperasi pada beberapa OS seperti Linux, FreeBSD, Solaris, dan Mac OSX.

  • API Server

LiteSpeed mendukung penuh beberapa API server untuk melakukan komunikasi antara web server dengan aplikasi eksternal yang digunakan. Contoh seperti PHP, Ruby, dan Phyton. Masih banyak lagi fitur-fitur yang tersedia seperti kompresi GZIP, PHP Selector, dan lain sebagainya.

Keunggulan

Secara umum LiteSpeed Web Server memiliki beberapa keunggulan antara lain:

  • Apache Compatibility
  • Performance & Scalability
  • Keamanan
  • Mudah digunakan
  • Kompatibel dengan Cloudlinux

Manfaat Menggunakan LiteSpeed

Hal yang perlu kamu pertimbangkan ketika ingin membangun sebuah website adalah bicara mengenai performa dari web server itu sendiri. Jika jeroannya saja tidak mempertimbangkannya. Besar kemungkinan justru akan merepotkanmu satu saat hari nanti.

Berikut beberapa manfaat penggunaan teknologi LiteSpeed untuk website.

  • Mengamankan Website

LiteSpeed dapat menangkal serangan DDOS dengan menggunakan fitur pembatasan bandwidth. IP yang terlalu banyak memakan bandwidth dan membuat koneksi melebihi batas wajar. Maka, IP akan terkunci secara otomatis sebelum masuk ke dalam server.

Selain itu, LiteSpeed juga melindungi website dari serangan Brute Force melalui wp-login.php menggunakan sistem proteksi yang telah ada di WordPress. Brute Force biasanya memanfaatkan celah keamanan wp-login.php atau halaman xmlrpc.php melalui post.

  • Mempercepat loading website

LiteSpeed Web Server menggembangkan fitur kompresi GZIP, event-driven architecture, concurrent connections dan lain sebagainya. Karena fitur-fitur tersebut dapat membuat performa loading website menjadi lebih cepat dibandingkan dengan web server lainnya.

Demikian pengenalan mengenai LiteSpeed Web Server. Semua fitur dan keunggulannya dapat meningkatkan performa website dengan teknologi LiteSpeed menjadi lebih baik dan tentunya lebih aman. Semoga artikel ini bermanfaat. Terima kasih