Bagaimana Berlian Terbentuk? Asalnya Dari Mana?

batu berlian

Update Terakhir: 4 Juni 2021 oleh Hiro

Siapa sih yang tidak kenal dengan salah satu batu mulia bernama “berlian”, bagaimana sih batu berlian dapat terbentuk? Apakah asalnya dari bawah gunung berapi?.

Seperti yang kita ketahui bersama kalau batu berlian itu bernilai sangat mahal, berkali-kali lipat dari harga emas murni (24 karat). Tidak sedikit orang kaya memiliki berlian sebagai barang koleksi sekaligus perhiasan.

Diawal paragraf sudah dipancing dengan pertanyaan seputar berlian sampai menjadi sebuah perhiasan yang sangat indah dan menawan. Sebelum membahas lebih jauh, untuk penjunjung yuk kenalan dulu dengan batu berlian yang indah itu.

Pengertian

Berlian atau Intan merupakan salah satu mineral berharga, secara kimiawi terbuat dari karbon yang mengkristal. Berlian sangat terkenal karena keindahannya dan kekuatannya. Sebab berlian memiliki sifat-sifat fisika yang istimewa. Dalam skala kekerasan sebuah mineral berlian bisa mencapai nilai maksimal yaitu 10 dalam skala kekerasan Mohs.

Berlian dapat mendispersikan cahaya dengan begitu baik, maka tidak heran jika batu mulia tersebut digunakan sebagai perhiasan. Bahkan berlian merupakan karbon murni lebih dari 99,9 %, sisanya adalah unsur yang mempengaruhi warna dari berlian tersebut.

Untuk melengkapi informasi diatas. Diketahui bahwa inti Bumi mengandung berlian yang jika ditotal jumlah beratnya, hingga mencapai 1 quadrillion atau 1.000 triliun ton menurut jurnal Geochemistry, Geophysics, Geosystems edisi Juni 2018.

Sejarah Singkat Penemuan Berlian

tambang berlian kimberley
Lubang Bekas Tambang Berlian di Kimbeley, Afrika Selatan

Diketahui bahwa negara India merupakan tempat pertama kali tambang berlian ditemukan pada abad 4 SM di dalam sebuah endapan tanah aluvial sepanjang sungai Krishna, Godavari dan Penner.

Karena jumlah berlian yang berhasil ditambang pada saat itu masih sangat terbatas, hanya kaum bangsawan saja yang berhak memilikinya.

Seiring dengan perkembangan perdagangan antara orang-orang Eropa yang datang ke India. Kemudian berlian mulai diperdagangkan oleh orang-orang Eropa (pedagang) melalui Venesia, Italia.

Maka, sejak itulah berlian tersebar keseluruh penjuru benua Eropa dan benua lainnya. Menjadikan berlian sebuah aksesoris yang indah dan modis oleh bangsawan Eropa.

Bagaimana Berlian Terbentuk

Berlian terbentuk lebih dari 3 miliar tahun yang lalu, jauh di dalam kerak bumi di bawah kondisi panas dan tekanan hebat yang menyebabkan atom karbon mengkristal membentuk berlian.

Berlian ditemukan pada kedalaman sekitar. 150-200 km di bawah permukaan bumi. Di sini, suhu rata-rata 900 hingga 1.300 derajat Celcius dan pada tekanan 45 hingga 60 kilobar (yaitu sekitar 50.000 kali tekanan atmosfer di permukaan bumi). 

Di bawah kondisi ini, lamproite dan kimberlite cair (umumnya dikenal sebagai magma) juga terbentuk di dalam mantel atas bumi dan berkembang dengan cepat. 

Ekspansi ini menyebabkan magma meletus, memaksanya naik ke permukaan bumi dan membawa serta batuan bantalan berlian. Bergerak dengan kecepatan luar biasa, magma mengambil jalur dengan hambatan paling kecil, membentuk ‘pipa’ ke permukaan.

Saat mendingin, magma mengeras untuk membentuk Kimberlite dan mengendap dalam struktur vertikal yang dikenal sebagai pipa kimberlite. Pipa kimberlite ini adalah sumber berlian paling signifikan.

Namun diperkirakan hanya 1 dari setiap 200 pipa kimberlite yang mengandung berlian berkualitas permata. Nama ‘Kimberlite’ berasal dari kota Kimberley di Afrika Selatan di mana berlian pertama ditemukan dalam jenis batuan ini.

Sumber Lain Terbentuknya Berlian

Berlian tidak hanya terbentuk di bawah panas dan tekanan gravitasi bumi, tetapi dapat terbentuk di tengah-tengah tabrakan antara Bumi dan asteroid. Rusia mengklaim bahwa memiliki deposit berlian hasil tabrakan 35 Juta tahun lalu. 

Berlian yang dibuat selama tabrakan kosmik kemungkinan besar tidak memiliki kualitas batu permata. Namun, mereka mempertahankan kekuatannya dan kemungkinan besar digunakan untuk memotong atau keperluan industri lainnya. 

Seperti kaca yang dihasilkan saat petir menyambar pasir, berlian dari tumbukan asteroid jauh dari memenuhi standar potongan, warna, dan kejernihan untuk cincin.

Meteorit juga telah diketahui menghasilkan berlian. Karena karbon adalah unsur paling melimpah keempat di alam semesta, tidak mengherankan jika berlian tidak eksklusif di Bumi. 

Ketika para ilmuwan melacak dampak meteorit pertama mereka, mereka tidak terkejut menemukan berlian, tetapi terkejut dengan ukuran berlian tersebut. 

Para ilmuwan mengusulkan bahwa berlian dengan ukuran ini hanya dapat terbentuk di dalam planet, yang berarti berlian ini berasal dari planet yang dihancurkan pada awal sejarah tata surya kita.

Pembuatan Berlian Sintesis

bagaimana berlian terbentuk
Berlian

Setelah mempelajari proses alam untuk membuat berlian, pembuatan berlian buatan mungkin kurang berkilau. Berlian buatan manusia pertama yang dibuat secara definitif dibuat di laboratorium General Electric pada tahun 1954.

Berlian buatan pertama ini dibuat melalui proses High Pressure High Temperature (HPHT), yang mencoba meniru alam dengan memanaskan dan menerapkan kekuatan pada biji berlian. 

Belian atau Intan sintetis lebih umum dibuat menggunakan Chemical Vapor Deposition (CVD), yang dapat memakan waktu 28 hari dimulai dengan biji intan yang dipanaskan dalam plasma dan menghasilkan intan berbentuk kubus.

Kesimpulan

Didapatkan kesimpulan bahwa berlian pertama kali ditemukan di negara India. Proses terbentuknya sebuah berlian bisa terjadi secara alami dan buatan. Namun dari proses keduanya tentu memiliki perbedaan yaitu contoh mudahnya adalah daya tahan dan kilauannya.

Semoga artikel ini dapat menambah wawasan.

Baca juga:

Referensi