Awan Cumulus: Pengertian dan Jenis-Jenisnya

Update Terakhir: 13 Juni 2021 oleh Hiro

Pada kesempatan kali ini akan membahas mengenai berbagai jenis awan Cumulus. Artikel ini merupakan lanjutan dari pembahasan sebelumnya yang berjudul “Jenis-Jenis Awan dan Proses Terbentuknya“. Artikel ini juga bisa sebagai perbaikan tentang awan Cumulus.

Kamu sudah pernah melihat Cumulus? Kira-kira bentuknya seperti apa, sudah bisa membayangkannya? Kalau Kamu bisa keren sekali. Hehehe

Jenis awan ini mudah sekali kita lihat kok. Lihat contoh di bawah ini

awan cumulus
Awan Cumulus Terlihat Seperti Gumpalan Kapas

Pengertian

Cumulus (Cu) adalah gumpalan awan tinggi yang terdiri dari uap air, air sangat dingin, atau es. Cumulus terlihat menggembung seperti kapas, umumnya memiliki batas jelas dan memiliki dasar yang datar. Namanya berasal dari bahasa latin cumulo yang artinya “tumpukan“. Awan ini biasanya memiliki ketinggian kurang dari 2 Km.

Cumulus terbentuk dari kondensasi atau pengendapan uap air dalam partikel di kenal sebagai inti awan. Di dalamnya terdapat aliran udara yang lembab dari gumpalan konvektif. Partikel awan dapat terdiri dari air cair, air super dingin, atau es. 

Partikel cumulus lebih padat dari udara. Oleh karena itu, awan meningkatkan kepadatan arus naiknya. Namun, uap air lebih ringan daripada udara kering, kecuali efek partikel awan.

Udara updraft yang lembab lebih ringan daripada udara kering pada suhu dan tekanan yang sama. Efek kelembaban pada kepadatan udara ini dikenal sebagai suhu virtual. Updraft itu sendiri bisa diartikan sebagai udara yang bergerak keatas atau angin yang berhembus keatas.

Para ilmuwan telah menunjukkan bahwa efek suhu virtual bertanggung jawab atas sekitar 50 persen daya apung gumpalan konvektif yang membentuk Cumulus di daerah tropis dan subtropis.

Dasar cumulus biasanya datar, karena terbentuk ketika udara lembab yang naik dari permukaan mencapai tingkat kondensasi pengangkatannya. Ketinggian tingkat kondensasi pengangkatan hanya bergantung pada sifat-sifat udara updraft.

Oleh karena itu konstan di updraft yang di campur oleh pusaran turbulen. Ketinggian dasar awan ini biasanya berkisar dari beberapa ratus meter di atas lautan, hingga lebih dari 5 Km.

Awan Cumulus terbagi menjadi 3 jenis yaitu:

Cumulus Congestus

awan cumulus congestus
Cumulus Congestus (Cu con)

Yaitu jenis Cumulus yang terbagi berdasarkan pada rentang ketinggian rendah atau menengah. Biasanya juga di sebut sebagai Cumulus menjulang. Awan ini terbentuk dari tahap peralihan antara cumulus mediocris dan cumulonimbus, menghasilkan hujan, hujan salju, dan atau butiran es.

Proses terjadinya Congestus merupakan karakteristik dari daerah atmosfer yang tidak stabil, dan sedang mengalami konveksi. Pengertian dari konveksi itu sendiri adalah sebuah aliran fluida tunggal atau multifase yang terjadi secara spontan.

Karena efek gabungan dari heterogenitas properti material dan gaya tubuh pada fluida umumnya massa dan gravitasi. Karena berasal dari gerakan udara vertikal yang kuat. Biasanya awan ini lebih tinggi dan puncaknya bisa mencapai 6 km atau bisa lebih tinggi lagi apabila berada di daerah tropis.

Congestus terbentuk dari perkembangan Cumulus Mediocris secara umum, meskipun bisa juga terbentuk dari Altocumulus Castellanus atau Stratocumulus Castellanus. Awan Congestus mampu menghasilkan turbulensi parah dan hujan dengan intensitas sedang hingga berat. Spesies ini diklasifikasikan sebagai vertikal atau multi-étage. Awan ini biasanya terlalu besar dan buram untuk memiliki keburaman atau varietas berbasis pola.

Baca juga:

Cumulus Humilis

Cumulus Humilis (Cu hum)

Cumulus humilis ini dapat mengindikatorkan bahwa cuaca sedang cerah dan merupakan awan yang memiliki luas vertikal yang relatif kecil. Awan ini nantinya akan berubah menjadi Mediocris atau bisa juga menjadi Cumulus Congetus. Biasanya jika sudah seperti itu akan mengisyaratkan cuaca buruk di kemudian hari.

Humilis ini umumnya terlihat di bawah Cirrostratus dan terbentuk dari panas matahari yang di gunakan untuk pendinginan proses konveksi yang nantinya menyebabkan Cumulifrom untuk meratakan dan berubah menjadi Cumulus Humilis.

Cumulus Mediocris

Cumulus Mediocris (Cu med)

Merupakan awan yang memiliki karakteristik menyerupai bunga kol pada awan Cumulus terlihat berwarna putih cemerlang saat terkena sinar matahari . Umumnya awan ini tidak menurunkan curah hujan dengan intensitas rendah. Namun lebih mirip dengan intensitas curah hujan yang di turunkan oleh jenis Cumulus Congetus dan Cumulonimbus.  

Awan ini terbentuk ketika ada kenaikan awan dari Cumulus Humilis. Awan ini juga membutuhkan konveksi sebelum berkembang. Seperti udara yang naik kemudian membentuk awan cumulus yang terus meningkat dan terbentuklah Mediocris.

Dalam pengetahuan seputar prakiraan cuaca awan ini umumnya berada dalam front dingin atau dalam kondisi atmosfer yang kurang stabil seperti daerah yang memiliki tekanan rendah. Awan ini bisa berkembang menjadi Cumulus Congetus sebagai awan membawa hujan, angin atau bahkan petir. Apabila awan ini ada di pagi atau sore hari maka akan terjadi badai di kemudian hari dalam waktu dekat. 

Demikianlah pembahasan mengenai pengertian dari awan Cumulus dan jenis-jenisnya. Semoga bermanfaat ^_^

Referensi:

——