Kenapa Warna Api Berbeda – Beda? Lebih Panas Mana?

api merah dan api biru

Update Terakhir: 4 Juni 2021 oleh Hiro

Pernah melihat api berwarna biru, merah, bahkan hijau? Kamu tahu kenapa warna api bisa berbeda-beda?

Pada kesempatan kali ini Mr. Hiro akan membahasnya untuk kamu. Api adalah salah satu komponen yang sangat dibutuhkan dalam kehidupan sehari-hari. Tanpa api apakah bisa bertahan hidup?

Jika kamu memperhatikan kompor gas di rumah, warna nyala api berwarna biru. Berbeda dengan kompor minyak tanah warna apinya cenderung merah kekuning-kuningan.

Untuk membahas lebih lanjut mengenai warna api. Yuk kenalan dulu apa itu api.

Pengertian

Api merupakan suatu reaksi kimia (oksidasi) yang berlangsung cepat terhadap suatu material dan terbentuk dari tiga unsur yaitu oksigen, panas, dan bahan mudah terbakar. Api merupakan energi berintensitas yang bervariasi dan memiliki bentuk cahaya dan panas yang juga dapat menimbulkan asap

Dalam proses pembakaran menghasilkan panas dan cahaya. Panas dari pembakaran dapat kita rasakan dengan mudah , dan cahaya yang dipancarkan dapat kita lihat dalam bentuk nyala api.

Proses terjadinya api karena ada reaksi senyawa pembakaran dengan gas Oksigen (O2). Jika dalam proses pembakaran terjadi kekurangan Oksigen maka dalam proses tersebut akan dihasilkan senyawa karbon seperti asap dan jenggala berwarna hitam.

Contoh yang mudah dipahami ketika kamu menyalakan sebuah lilin kemudian kamu menutupnya dengan gelas. Lama-lama lilin tersebut akan padam. Karena pasokan Oksigen di dalam gelas sudah habis terbakar.

Faktor Kenapa Warna Api Berbeda-beda

Faktor yang mempengaruhi api memiliki warna berbeda karena 2 faktor utama. Yaitu temperatur (Fisika) dan komposisi dari bahan bakar atau zat yang mengalami reaksi pembakaran (kimia).

Pertama-tama mari kita lihat pengaruh suhu terhadap warna nyala api.

Ilmuwan telah mempelajari bahwa api merah berhubungan dengan suhu dari 980º F sampai 1.800º F. Api berubah menjadi oranye ketika suhu mencapai 2.000º F sampai 2.200º F. Ketika suhu mendekati 2.400º F sampai 2.700º F, api tampak putih. (Info: 320 F= 00 C)

Kamu dapat melihat sendiri perbedaan ini dengan mengamati nyala lilin atau sepotong kayu yang terbakar. Bagian api yang paling dekat dengan lilin atau kayu biasanya berwarna putih kekuning-kuningan. Karena suhunya biasanya paling tinggi di dekat sumber bahan bakar. 

Semakin jauh dari sumber bahan bakar yang dijangkau nyala api , suhu menurun, menyebabkan sebagian besar nyala api sering kali berwarna jingga sedangkan ujungnya berwarna merah.

Ada satu warna lain yang mungkin sering kamu lihat muncul dalam nyala api yaitu warna biru. Misalnya, jika kamu memiliki kompor gas di rumah. Perhatikan warna api dari kompor ketika ibu sedang memasak.

Kenapa Warna Api Berbeda
Api Biru

Kamu tahu bahwa nyala api gas alam (LPG) sebagian besar berwarna biru. Demikian pula, bagian nyala api yang paling dekat dengan lilin atau sepotong kayu mungkin juga bercampur biru dengan kuning.

Warna biru menunjukkan suhu lebih panas dari kuning. Warna biru api biasanya muncul pada suhu antara 2,600º F dan 3,000º F. Biru api memiliki lebih banyak oksigen dan mendapatkan lebih panas karena gas membakar lebih panas dari bahan-bahan organik, seperti kayu. 

Ketika gas alam dinyalakan di dalam tungku pembakar, gas tersebut dengan cepat terbakar pada suhu yang sangat tinggi  dan menghasilkan nyala api berwarna biru.

Dijelaskan juga jika warna api ditentukan oleh tingkat efisiensi dari proses pembakaran yang berlangsung.

Tingkat Efisiensi Menentukan Warna Api

Jika kamu memperhatikan lebih detail warna api itu sendiri. Sebenarnya ditentukan oleh efiensi dari reaksi pembakaran yang berlangsung. Semakin efisien tingkat pembakarannya maka semakin panas suhu yang dihasilkan.

warna api berbeda sesuai tingkat efisiensi

Umumnya, pembakaran yang efisien akan menghasilkan api biru, sementara yang kurang efisien akan menghasilkan api kuning atau oranye.

Seperti yang sudah dijelaskan paragraf sebelumnya efisiensi pembakaran ditentukan oleh gas Oksigen. Tanpa adanya Oksigen, api tidak akan menyala. Bumi tempat kita berpijak memiliki atmosfer dengan kadar Oksigen kurang lebih 21 %.

Oleh karena itu proses pembakaran akan lebih efisien jika menggunakan bahan bakar berbentuk gas. Karena, bahan bakar gas lebih mudah bercampur dengan Oksigen di udara saat dipanaskan.

Terlebih lagi kompor minyak memiliki efisiensi yang rendah dan menghasilkan zat pengotor dalam bentuk jelaga. Hal itu bisa diketahui dengan melihat bagian bawah alat masak.

Tidak heran jika ibu masak pasti lebih cepat matang dan bersih dengan menggunakan kompor gas daripada kompor minyak.

Gas dan Minyak Adalah Senyawa Hidrokarbon

Baik gas atau minyak tanah sama-sama bersifat hidrokarbon yang terdiri dari atom Hidrogen (H) dan Karbon (C). Senyawa hidrokarbon termasuk bahan bakar paling efisien. Karena senyawa hidrokarbon mudah berikatan dengan Oksigen.

macam-macam warna api

Pada prinsipnya, unsur yang berbeda bisa memancarkan cahaya yang berbeda juga. Karena di level atomis, elektron-elektron akan langsung bereaksi saat dipanaskan. Hasilnya, reaksi akan memancarkan gelombang cahaya yang berbeda sesuai dengan karakteristik setiap unsurnya.

Kesimpulan

Dari penjelasan yang sudah dijabarkan didapatkan informasi bahwa adanya 2 faktor yang mempengaruhi warna pada api. Yaitu temperatur dan komposisi dari bahan bakar. Warna api biru memiliki tingkat efisiensi dan panas yang lebih tinggi dibandingan warna api yang lainnya.

Semoga artikel ini dapat bermanfaat untuk kamu. Terima kasih

Baca juga:

Referensi:

  • https://id.wikipedia.org/wiki/Api
  • https://bobo.grid.id/read/08679050/kenapa-warna-nyala-api-berbeda-beda?page=all
  • https://today.line.me/id/v2/article/Kenapa+Nyala+Api+Bisa+Bermacam+macam-3906ro